Setelah lama saya engga ngepost, mumpung ada waktu buat ngepost walaupun tugas, saya niat ngepost ini buat kalian semua. lets see it!!
Pasti
kita semua tahu apa itu pacaran. Lha terliat saja dari teman – teman kita yang
dulunya jarang pegang HP, sekarang
malah sering dan bahkan setiap saat. Ya itulah namanya pacaran. Tapi seelum
kita membahas lebih lanjut, mari kita lihat pacaran dari pendapat – pendapat orang
lain.
Pacaran merupakan
proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian
kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan, itu menurut wikipedia.com. Dari KBBI mengartikan bahwa pacaran adalah teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih
/ kekasih. Tapi, menurut saya, pacaran dimana kamu meyukai seseorang tapi
libeih dari sekedar suka.
Sebenarnya banyak sekali definisi
dari pacaran, tapi 1 hal yang pasti pacaran pasti dilakukan LEBIH dari 1 orang
kan ?, tak mungkin orang berpacaran dengan diri sendiri. Bisa dilihat pada Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik,
kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang
sepadan dengan dia”. Sekarang mari kita bahas lebih lanjut tentang pacaran. Di dunia
ini, sekarang pacaran mulai tidak sehat. Mari kita lihat di negara kita, orang
pacaran identik dengan gelap dan sepi.
Gelap, banyak orang yang suka berpacaran di tempat yang gelap. Entah
tak tau mengapa, tapi pada tempat itu yang malah membuat kita bisa berada dalam
posisi yang berbahaya. Seperti pencuri, preman, dan lain sebagainya.
Sepi, betapa bingungnya saya kalau pacaran itu kaya orang yang
liat film dan film-nya adalah jalan yang dihiasi mobil dan motor yang berlalu
lalang. Dan banyak yang suka. Bisa kita lihat di depan rumah saya, tiap malam
banyak pasangan yang duduk di motor, berduaan, pegang – pegangan tangan,
senderin kepala di pundak pasangan dan lain - lain, dan itu hanya begitu saja. Tak
ada komunikasi, atau suara percakapan yang keluar dari mulut mereka.
Ya bisa kalian renungkan tadi, dan sebenarnya jika anda keluar
negeri terutama bagian US, banyak anak – anak remaja sekarang mengorbankan virginitasnya hanya untuk membuat dia
itu disebut “ laku “. Tapi kita sebagai anak kristen tak boleh melakukan
pacaran dengan menyertakan 3 hal tersebut.
Mari kita lihat pada Roma 11 : 36,
“Sebab segala sesuatu adalah dari
Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Setiap
orang Kristen harus menyadari bahwa mencari pasangan pun supaya mempermuliakan
Tuhan dan dengan demikian mencari pacar yang bisa membuat kita terus lebih
mempermuliakan Tuhan.
Nah setelah
kita tahu pacaran, bagaimana pandangan pacaran menurut Alkitab? Mari kita bahas
sedikit.
Jangan sampai terjebak pada motivasi yang salah
Buka Yakobus
1:4, Tetapi tiap-tiap orang
dicobai oleh keinginannya sendiri, karena dia diseret dan dipikat lehnya.
Sebelum menjalin sebuah hubungan ada baiknya kita
melihat kembali tujuan awal ketika kita akan memulai suatu hubungan berpacaran
itu apa? Karena keinginan mata saja ataukah karena kita ingin membangun suatu
hubungan serius dengan komitmen ke arah pernikahan? Jaman sekarang seringkali
manusia mencobai dirinya sendiri dengan asal saja menjalin hubungan pacaran.
Ada yang beranggapan “Daripada
jomblo, mending pacaran saja meskipun tidak serius” ada juga yang beranggapan pacaran
adalah sebuah lifestyle yang wajar dilakukan meskipun
tanpa komitmen yang jelas. Sebagian wanita cenderung melihat sosok
pasangan ideal berdasarkan materi atau jabatan yang dimiliki sedangkan
pria seringkali tertarik kepada wanita karena penampilan fisiknya, apakah dia
seksi dan good looking atau tidak. Pemikiran-pemikiran
seperti ini yang justru menjebak anak-anak Tuhan sehingga mereka memberikan
dirinya untuk dikuasai dosa.
Mereka beranggapan dosa seperti itu adalah hal wajar dan lumrah
yang dilakukan oleh manusia jaman sekarang. Oleh sebab itu anak-anak Tuhan
jaman sekarang mudah sekali terjebak oleh hal-hal yang seperti di atas.
Apa yang terjadi jika hubungan tidak disertai dengan komitmen yang
benar?
Buka Efesus 5:17, Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi
usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Hubungan tanpa komitmen yang jelas
menghasilkan pacaran yang tidak sehat, karena mereka tidak tahu kemana arah
dari hubungan kasih yang mereka jalin. Sejak awal menjalin hubungan sudah
dikuasai dosa, oleh sebab itu ketika hubungan itu berjalan bukan Tuhan yang
berkuasa tapi keinginan daging mereka masing-masing. Anak-anak Tuhan mengerti
betul kalau berciuman di bibir, leher dan sebagainya dapat menimbulkan hawa
nafsu yang justru akan menjebak mereka. Sehingga tidak jarang anak-anak Tuhan
bisa jatuh dalam dosa seks sebelum pernikahan. Dan tidak jarang mereka
menjadikan seks sebagai suatu tindakan wajar yang dilakukan oleh pasangan
kekasih. Ketika dosa itu sudah tumbuh dan berkembang dalam suatu hubungan, maka
kita akan merasa jauh dari Allah. Hal ini dikarenakan terdapat dosa yang belum
kita bereskan dan dosa tersebut akan terus mengintimidasi sehingga membuat kita
makin merasa bersalah dan merasa tidak layak menyembah Tuhan. Untuk menghindari
semua ini, kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan dan jangan pernah
sekali-kali bertoleransi terhadap dosa.
Sikap apa yang dibutuhkkan dalam pacaran?
Jadi, pacaran yang
sehat sesuai Firman Tuhan itu seperti apa? Kalau kita mengerti bahwa kita
adalah manusia yang berdosa sehinga mudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka
usahakan jangan berduaan di tempat sepi atau bahkan liburan berdua. Menghargai
seks sebagai suatu anugerah yang harusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah
menikah. Menjadikan pasangan sebagai sahabat baik yang saling mendukung satu
sama lain. Mencintai kepribadiannya dan bukan fisik ataupun materi yang
dimiliki. Beberapa syarat yang harus dimiliki baik pria ataupun wanita seperti
Adam dan Hawa (Kejadian 2:23-25). Pria: memiliki visi, mampu menjadi pemimpin
atau menjadi kepala keluarga yang baik, dan bertanggung jawab. Wanita: memiliki
kecantikan batin, pendukung, lemah lembut, tenang dan tidak mudah khawatir.
Secara keseluruhan, pasangan yang baik adalah pasangan yang memiliki kasih
sejati di dalam hidupnya.
1 Korintus 13:4-5, Kasih
itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan
tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan
sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Masing-masing dari
kita harus mengaplikasikan sifat-sifat tersebut, sehingga kita mampu menjadi
pasangan yang penuh kasih sesuai dengan apa yang baik di mata Tuhan.
Pasangan yang seperti apa yang dikehendaki Tuhan?
Selain itu yang
terpenting pasangan yang dikehendaki Tuhan adalah yang sesuai dengan ayat 2
Korintus 6:14
2
Korintus 6:14, Janganlah kamu
merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab
persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana
terang dapat bersatu dengan gelap?
Setelah kita
tau pacaran itu bagaimana, so teman-teman jika kita masih berada dalam pacaran
yang tak sehat, Tuhan masih mau mengempuni
kita. Terpujilah nama Tuhan. Terima kasih. HALELUYA.
No comments:
Post a Comment