Monday, September 9, 2013

Pacaran, apa itu ?

Setelah lama saya engga ngepost, mumpung ada waktu buat ngepost walaupun tugas, saya niat ngepost ini buat kalian semua. lets see it!!

                Pasti kita semua tahu apa itu pacaran. Lha terliat saja dari teman – teman kita yang dulunya jarang pegang HP, sekarang malah sering dan bahkan setiap saat. Ya itulah namanya pacaran. Tapi seelum kita membahas lebih lanjut, mari kita lihat pacaran dari pendapat – pendapat orang lain.
                Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan, itu menurut wikipedia.com. Dari KBBI  mengartikan bahwa pacaran adalah teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih / kekasih. Tapi, menurut saya, pacaran dimana kamu meyukai seseorang tapi libeih dari sekedar suka.
                Sebenarnya banyak sekali definisi dari pacaran, tapi 1 hal yang pasti pacaran pasti dilakukan LEBIH dari 1 orang kan ?, tak mungkin orang berpacaran dengan diri sendiri. Bisa dilihat pada Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Sekarang mari kita bahas lebih lanjut tentang pacaran. Di dunia ini, sekarang pacaran mulai tidak sehat. Mari kita lihat di negara kita, orang pacaran identik dengan gelap dan sepi.

Gelap, banyak orang yang suka berpacaran di tempat yang gelap. Entah tak tau mengapa, tapi pada tempat itu yang malah membuat kita bisa berada dalam posisi yang berbahaya. Seperti pencuri, preman, dan lain sebagainya.
Sepi, betapa bingungnya saya kalau pacaran itu kaya orang yang liat film dan film-nya adalah jalan yang dihiasi mobil dan motor yang berlalu lalang. Dan banyak yang suka. Bisa kita lihat di depan rumah saya, tiap malam banyak pasangan yang duduk di motor, berduaan, pegang – pegangan tangan, senderin kepala di pundak pasangan dan lain - lain, dan itu hanya begitu saja. Tak ada komunikasi, atau suara percakapan yang keluar dari mulut mereka.
Ya bisa kalian renungkan tadi, dan sebenarnya jika anda keluar negeri terutama bagian US, banyak anak – anak remaja sekarang mengorbankan virginitasnya hanya untuk membuat dia itu disebut “ laku “. Tapi kita sebagai anak kristen tak boleh melakukan pacaran dengan menyertakan 3 hal tersebut.
Mari kita lihat pada Roma 11 : 36,
“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Setiap orang Kristen harus menyadari bahwa mencari pasangan pun supaya mempermuliakan Tuhan dan dengan demikian mencari pacar yang bisa membuat kita terus lebih mempermuliakan Tuhan.
Nah setelah kita tahu pacaran, bagaimana pandangan pacaran menurut Alkitab? Mari kita bahas sedikit.

Jangan sampai terjebak pada motivasi yang salah
Buka Yakobus 1:4, Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena dia diseret dan dipikat lehnya.
Sebelum menjalin sebuah hubungan ada baiknya kita melihat kembali tujuan awal ketika kita akan memulai suatu hubungan berpacaran itu apa? Karena keinginan mata saja ataukah karena kita ingin membangun suatu hubungan serius dengan komitmen ke arah pernikahan? Jaman sekarang seringkali manusia mencobai dirinya sendiri dengan asal saja menjalin hubungan pacaran. Ada yang beranggapan “Daripada jomblo, mending pacaran saja meskipun tidak serius” ada juga yang beranggapan pacaran adalah sebuah lifestyle yang wajar dilakukan meskipun tanpa komitmen yang jelas. Sebagian wanita cenderung melihat sosok pasangan  ideal berdasarkan materi atau jabatan yang dimiliki sedangkan pria seringkali tertarik kepada wanita karena penampilan fisiknya, apakah dia seksi dan good looking atau tidak. Pemikiran-pemikiran seperti ini yang justru menjebak anak-anak Tuhan sehingga mereka memberikan dirinya untuk dikuasai dosa.
Mereka beranggapan dosa seperti itu adalah hal wajar dan lumrah yang dilakukan oleh manusia jaman sekarang. Oleh sebab itu anak-anak Tuhan jaman sekarang mudah sekali terjebak oleh hal-hal yang seperti di atas.

Apa yang terjadi jika hubungan tidak disertai dengan komitmen yang benar?
Buka Efesus 5:17, Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Hubungan tanpa komitmen yang jelas menghasilkan pacaran yang tidak sehat, karena mereka tidak tahu kemana arah dari hubungan kasih yang mereka jalin. Sejak awal menjalin hubungan sudah dikuasai dosa, oleh sebab itu ketika hubungan itu berjalan bukan Tuhan yang berkuasa tapi keinginan daging mereka masing-masing. Anak-anak Tuhan mengerti betul kalau berciuman di bibir, leher dan sebagainya dapat menimbulkan hawa nafsu yang justru akan menjebak mereka. Sehingga tidak jarang anak-anak Tuhan bisa jatuh dalam dosa seks sebelum pernikahan. Dan tidak jarang mereka menjadikan seks sebagai suatu tindakan wajar yang dilakukan oleh pasangan kekasih. Ketika dosa itu sudah tumbuh dan berkembang dalam suatu hubungan, maka kita akan merasa jauh dari Allah. Hal ini dikarenakan terdapat dosa yang belum kita bereskan dan dosa tersebut akan terus mengintimidasi sehingga membuat kita makin merasa bersalah dan merasa tidak layak menyembah Tuhan. Untuk menghindari semua ini, kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan dan jangan pernah sekali-kali bertoleransi terhadap dosa.

Sikap apa yang dibutuhkkan dalam pacaran?
Jadi, pacaran yang sehat sesuai Firman Tuhan itu seperti apa? Kalau kita mengerti bahwa kita adalah manusia yang berdosa sehinga mudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka usahakan jangan berduaan di tempat sepi atau bahkan liburan berdua. Menghargai seks sebagai suatu anugerah yang harusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Menjadikan pasangan sebagai sahabat baik yang saling mendukung satu sama lain. Mencintai kepribadiannya dan bukan fisik ataupun materi yang dimiliki. Beberapa syarat yang harus dimiliki baik pria ataupun wanita seperti Adam dan Hawa (Kejadian 2:23-25). Pria: memiliki visi, mampu menjadi pemimpin atau menjadi kepala keluarga yang baik, dan bertanggung jawab. Wanita: memiliki kecantikan batin, pendukung, lemah lembut, tenang dan tidak mudah khawatir. Secara keseluruhan, pasangan yang baik adalah pasangan yang memiliki kasih sejati di dalam hidupnya.
1 Korintus 13:4-5, Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Masing-masing dari kita harus mengaplikasikan sifat-sifat tersebut, sehingga kita mampu menjadi pasangan yang penuh kasih sesuai dengan apa yang baik di mata Tuhan.

Pasangan yang seperti apa yang dikehendaki Tuhan?
Selain itu yang terpenting pasangan yang dikehendaki Tuhan adalah yang sesuai dengan ayat 2 Korintus 6:14
2 Korintus 6:14, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap?
            Setelah kita tau pacaran itu bagaimana, so teman-teman jika kita masih berada dalam pacaran yang tak sehat,  Tuhan masih mau mengempuni kita. Terpujilah nama Tuhan. Terima kasih. HALELUYA.

No comments:

Post a Comment